Sering kali mata pelajaran Sains dan Matematika dipandang sebagai subjek yang rumit, penuh hafalan rumus, dan menakutkan oleh siswa di tingkat sekolah dasar. Stigma negatif ini kerap membuat minat belajar anak-anak terhadap ilmu pengetahuan alam menurun sejak usia dini. Padahal, pemahaman dasar sains dan kemampuan berlogika sangat dibutuhkan dalam membentuk pola pikir kritis anak untuk memecahkan berbagai persoalan di kehidupan sehari-hari.
Di wilayah pedesaan seperti Desa Ngerjo, akses terhadap media pembelajaran interaktif dan literasi sains modern masih relatif terbatas. Kondisi ini sering kali diperparah oleh adanya pandangan konvensional di lingkungan sekolah dasar bahwa mata pelajaran Sains (Ilmu Pengetahuan Alam) dan Matematika adalah subjek yang rumit, dipenuhi rumus hafalan yang membosankan, serta menakutkan bagi para siswa. Stigma negatif ini perlahan mengikis rasa ingin tahu alami (curiosity) yang sebenarnya dimiliki oleh anak-anak sejak lahir.
Melihat kondisi tersebut, Raditya Wahyu, mahasiswa Program Studi Bioteknologi Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN Tim II, berinisiatif menghadirkan pendekatan pembelajaran sains yang menyenangkan dan dekat dengan realitas anak-anak. Melalui materi pengenalan Sains, Matematika, dan cabang ilmu Bioteknologi, kegiatan sosialisasi ini dirancang agar dapat diserap dengan mudah dan menyenangkan oleh siswa kelas 6 SDN Ngerjo pada Kamis, 30 Juli 2026.
Dalam pelaksanaannya, proses penyampaian materi dikemas secara komunikatif tanpa menggurui. Mahasiswa memanfaatkan media visual berupa Poster Edukatif Bioteknologi yang dipasang pada papan tulis kelas 6A. Poster cerah penuh warna dan ilustrasi menarik tersebut memperkenalkan konsep dasar bioteknologi, cabang-cabang keilmuannya, hingga produk hasil penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan visual interaktif ini terbukti berhasil memantik antusiasme dan rasa ingin tahu (curiosity) para siswa. Selain mempercantik area belajar anak-anak, penggunaan poster visual ini memberikan pemahaman konkret bahwa minat terhadap dunia sains dapat terus dikembangkan menjadi pilihan karier profesional yang berdampak luas bagi masyarakat di masa depan.
Tidak hanya terpaku pada materi akademis, rangkaian sosialisasi juga dilengkapi dengan sesi motivasi dan pemetaan potensi diri sederhana. Setiap siswa diajak untuk berani mengenali minat unik yang ada pada diri masing-masing, kemudian menuliskan serta mempresentasikan cita-cita mereka di hadapan teman-teman sekelasnya. Beragam profesi impian diungkapkan dengan penuh percaya diri, mulai dari Polisi, Dokter, hingga Mekanik Kendaraan Ringan.
Sebagai wujud komitmen menjaga keberlanjutan program dalam mendampingi tumbuh kembang minat anak-anak, tim mahasiswa KKN UNDIP menghibahkan fasilitas berupa Papan Cita-Cita untuk kelas tersebut. Papan ini berfungsi sebagai sarana interaktif sekaligus pengingat visual harian bagi para siswa agar senantiasa terdorong untuk belajar giat demi meraih impian mereka.
Pihak sekolah dan para guru SDN Ngerjo memberikan apresiasi yang sangat positif atas terselenggaranya kegiatan ini. Melalui kolaborasi ini, diharapkan benih-benih minat sains serta rasa percaya diri anak-anak Desa Ngerjo terus tumbuh pesat, sehingga mereka tidak ragu untuk bercita-cita tinggi dan meraih masa depan yang cerah.
Penulis: Raditya Wahyu (24020223140099 - Bioteknologi)
Editor: Althaf Gauhar Auliawan, S.Hum., M.Si.
Share :