Ngerjo (25/7) — Masalah penumpukan sampah dan kurangnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan masih menjadi tantangan bagi wilayah pedesaan. Menanggapi hal tersebut, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II menginisiasi program kerja bertajuk "Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Kebersihan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah" di Desa Ngerjo.
Selama ini, masyarakat Desa Ngerjo terbiasa membuang sampah ke titik-titik pembuangan liar di pinggir hutan jati dan area persawahan. Selain itu, membakar sampah menjadi cara tercepat yang sering dilakukan warga untuk memusnahkan limbah rumah tangga. Padahal, proses pembakaran sampah—terutama plastik dan bahan sintetis—dapat melepaskan zat-zat beracun ke udara.
Program ini dirancang untuk mengubah pola pikir (mindset) masyarakat dari sekadar mengabaikan atau membakar sampah menjadi praktik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Sosialisasi dan Edukasi Pengelolaan Sampah pada 25 Juli 2026 di Aula Balai Desa Ngerjo, yang dihadiri oleh perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta masyarakat setempat. Pada kesempatan tersebut, warga diajak untuk mempraktikkan langkah sederhana pemilahan sampah:
Sampah Organik: Diolah menjadi kompos.
Sampah Anorganik: Dipilah untuk didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat.
Pengadaan Tempat Sampah Terpisah: Warga diimbau menyediakan tempat sampah terpisah di rumah masing-masing.
Dalam sesi edukasi khusus, tim KKN memaparkan bahaya laten dari asap pembakaran sampah. Selain mencemari udara desa yang asri, paparan asap secara terus-menerus memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Iritasi mata dan kulit
Risiko penyakit paru kronis jangka panjang

(Poster Sosialisasi Pemilahan Sampah)
Edukasi ini membuka mata masyarakat bahwa kebiasaan membakar sampah yang selama ini dianggap lumrah justru membahayakan kesehatan keluarga dan tetangga sekitar. Raditya, mahasiswa KKN UNDIP dari program studi Bioteknologi, turut mengedukasi warga melalui poster informatif mengenai bahaya membuang dan membakar sampah sembarangan menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.
Sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan program, tim KKN mewakafkan sarana penunjang berupa 5 pasang tempat sampah terpilah (Organik & Anorganik) yang ditempatkan di beberapa titik strategis desa. Selain itu, tim juga membagikan booklet panduan cetak tata cara pemilahan sampah kepada seluruh peserta sosialisasi.
Masyarakat dan pemerintah Desa Ngerjo menyambut hangat inisiatif ini. Kepala Desa Ngerjo, Bapak Isnaeni Alnas, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian mahasiswa KKN terhadap kondisi lingkungan desa.
Seluruh mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Ngerjo berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial selama masa KKN, tetapi mampu membangkitkan kebiasaan baru yang berkelanjutan demi menciptakan desa yang bersih, sehat, dan lestari.
Penulis: Raditya Wahyu (24020223140099 - Bioteknologi)
Editor: Althaf Gauhar Auliawan, S.Hum., M.Si.
Share :